In Parenting

5 Cara Mudah Melatih Kemampuan Motorik Halus Anak, Nomor 5 Sangat Mudah, Dears!



Foto: Pexels.com
                                                    
"Anakku kok belum bisa nggunting, ya?"
"Anakku kok belum bisa pegang pensil dengan benar, ya?"
"Anakku kok belum bisa makan sendiri, ya?"
"Jangankan nulis, jangankan nggunting, nyobek kertas aja anakku masih kesulitan".
🔆💜💜💜🔆


Hi, Bunda!
Pernah gak sih Bunda kepikiran hal-hal seperti di atas?
Saya yakin, 7 dari 10 ibu pasti pernah khawatir tentang perkembangan si buah hati. Apalagi kalau perkembangannya tidak sama bahkan jauh di bawah teman-teman seusianya. Pasti galau banget kan Bunda?

Tenang Bunda, gak perlu risau, ya. Semua anak dilahirkan sama. Semua anak punya kelebihan masing-masing. Tinggal kita sebagai orang tua, bagaimana cara mendampingi dan merangsang tumbuh kembang anak-anak kita.

Sebelum kita berbicara terlalu jauh, mungkin bunda perlu searching dulu tentang Satuan Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak yang dikeluarkan oleh Permendikbud  No. 137 Tahun 2014. Di sana Bunda bisa melihat, target-target yang bisa kita jadikan acuan terhadap perkembangan ananda yang sesuai dengan umurnya. Jadi, kita tidak sampai salah target, ya, Bunda.
Misalnya nih, "Anak umur 2 tahun kok belum bisa menggunting, ya?". 
"Iyalah Bun, kan memang belum waktunya". Hehe

Setelah mempelajari STPPA Permendikbud No. 137 tahun 2014, Bunda bisa mengukur perkembangan ananda apakah dia termasuk anak yang terlambat berkembang, atau memang belum waktunya.

Nah, buat Bunda yang buah hatinya dirasa kemampuan motorik halusnya masih belum berkembang atau mulai berkembang, di bawah ini akan saya bahas beberapa cara atau usaha untuk melatih dan merangsang perkembangan motorik halus ananda agar bisa berkembang sesuai harapan, diantaranya :

Meremas Spons dengan Sabun dan Air

Meremas spons dengan sabun dan air dipercaya bisa membantu melatih motorik halus anak. Bunda cukup menyediakan spons, sabun pencuci piring (bisa juga dengan deterjen) dan air. Taruh air di baskom kecil, masukkan sabun secukupnya. Setelah itu masukkan spons, dan suruh ananda untuk meremas-remas spons tersebut hingga muncul banyak busa. 

Bermain Malam/Plastisin

Pasti sudah tidak asing lagi, ya, Bunda, apa itu plastisin. Anak-anak sering menyebutnya dengan malam. Ya, benda satu ini juga terbukti sangat membantu dalam merangsang perkembangan motorik halus ananda. Selain itu, plastisin termasuk benda yang sangat mudah ditemui di toko-toko mainan anak. Namun, Bunda bisa mencoba bikin plastisin sendiri lo di rumah. Bisa dengan menggunakan sabun batang dan tepung kanji. Untuk cara membuatnya bisa searching sendiri, ya, Bunda. Hehe

Bermain Pasir

Nah, untuk benda yang satu ini tentunya sangat mudah ditemukan, ya, Bunda. Pasir tidak hanya bermanfaat sebagai bahan bangunan saja, lho, namun juga bisa kita gunakan sebagai media untuk merangsang perkembangan motorik halus si kecil. Anak kecil mana, sih, yang tidak suka saat disuruh main di pasir?

Merobek Kertas 

Buku catatan cicilan Bunda pernah dirobek si kecil?
Atau mungkin katalog barang jualan Bunda? Hehe
Sabar, ya, Bunda. Bahkan merobek kertas yang menurut kita itu sesuatu yang menjengkelkan pun, ternyata termasuk salah satu terapi untuk merangsang perkembangan motorik halus anak kita, lho, Bun.  

Meremas Kertas

Dari keempat cara di atas, ternyata cara kelima ini paling mudah dan tidak bermodal, ya, Bunda. Bunda cukup menyediakan beberapa lembar kertas re-use, bisa koran bekas juga untuk dijadikan bola-bola kecil. Semakin keras ananda meremas, akan semakin kecil bola yang ia buat, dan ini menunjukkan perkembangan motorik ananda semakin baik dan sesuai harapan.

Selamat mecoba bersama si kecil, ya, Bunda. Semoga cara-cara di atas menjadi kegiatan bermain ananda yang bermanfaat dan menyenangkan. Salam hangat dari saya.


Related Articles

9 komentar:

  1. Hore.... tenyata kami membelikan mainan dan mengajarkan permainan yang tepat untuk anakku. Mba, suamiku rajin banget beli mainan terutama untuk anak kami yang berusia 3 tahun. alhamdulillah ternyata mainan yang dibelikan suamiku merangsang motorik yah apalgi pasir-pasiran, hmmm dah beberapa kali dibelikan dan anak-anak senang banget walau rumah jadi berantakan ga karuan... Tampaknya sudah terbukti ya mba, anak kami yang paling kecil, wow aktifnya luar biasa selain itu verbalnya juga cukup baik cerewetnya minta ampun padahal laki-laki... Alhamdulillah, bersyukur yah atas nikmat anak yang cerdas kepada kita... aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Alhamdulillaah, anaknya umur 3 tahun, ya, Bund? Sama dong dengan anak saya. Hehe
      Iya Bund, mainan seperti pasir memang sangat bermanfaat. Tapi emaknya musti sabar karena rumah bakal ga ada bersihnya. Haha

      Hapus
  2. Semua cara itu pasti disukai anak-anak ya, apalagi mainan spons dan sabun. Saya perhatiin juga kadang-kadang anak-anak tanpa disadari tiap hari udah melakukan itu semua, apalagi mainan lilin yang bisa ddibentuk (plastisin). Malah sekarang enak, di youtube ada cara bikin plastisin sendiri, bikin pasir-pasiran, slime, macem-macem deh. Yang kasian, banyak anak yang nggak dibolehin main basah-basah atau kotor-kotoran karena ibunya males bersihinnya. Akhirnya motorik halusnya jadi kurang berkembang......

    BalasHapus
  3. Berarti main pasir dan plastisin memang berguna ya, walaupun kadang suka ngomel gara" plastisin nempel di aku atau pasirnya bertebaran dimana-mana 😁

    BalasHapus
  4. Hiiiiks... Jadi pingin punya anak, bisa main dan merawatnya. Tapi takdir belum mempertemukanku dengan sang pangeran. Mohon doanya supaya saya cepat menemukan jodoh. Aamiin

    BalasHapus
  5. Berarti, untuk anak usia 2 tahun yang harus dikembangkan motorik halusnya ya Bun? Yang pasti harus selalu diawasi ya

    BalasHapus
  6. Main malam itu kesukaan anak2 banget, apalai bikin sendiri selain jadi hemat juga lebih aman :)

    BalasHapus
  7. Betul Bun kalau meremas kertas lebih murah, bisa pakai kertas cicilan yang audah dibayar. Hehe

    BalasHapus
  8. Kalau temen saya plastisinnya diganti tepung yg dikasih air mbak. Di buat mainan sampai tepungnya keras. Kalau udah keras dibuang.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Home Ads

Advertisement

Popular Posts