In Sharing

Suka Jengah Dengar Omongan Pedas Orang Lain? Berikut, 4 Sugesti Diri yang Patut Kamu Coba, Dears!

Foto : Pexels.com
Hi, Dears!

Tulisan saya kali ini terdengar seperti curhatan hati, ya? Hehe..
Ah, entahlah. Saya yakin, setiap orang pasti pernah merasa jengah dengan salah satu omongan orang lain yang dilontarkan ke kita. Setiap orang pasti pernah merasa terusik dengan komentar orang lain, terlepas dari apa komentar itu memang benar, atau bahkan hanya hoax belaka.

Karakter setiap orang berbeda. Begitu pula cara orang menanggapi komentar negatif tentu akan berbeda pula. Ada yang ketika mendengarnya hanya diam dan tersenyum, ada pula yang hanya dianggap angin lewat atau anjing menggonggong, namun tidak sedikit pula yang menanggapinya pakai kebawa perasaan hingga menangis, tak enak makan, tidak semangat kerja bahkan tidak bisa tidur. Tidak perlu disalahkan, sekali lagi, setiap jiwa punya cara yang berbeda untuk menanggapi dan mengatasinya.
 

Nah, bagi kamu yang biasanya masuk pada golongan terakhir, yaitu golongan orang-orang yang suka kepikiran, berikut 4 sugesti diri yang patut kamu coba, Dears :

1. Hidup itu Allah yang Menentukan, Kamu yang Menjalani, Orang Lain yang Mengomentari

Sepertinya sederetan kalimat di atas sudah tak asing lagi di telinga kita. Namun, sugesti ini memang sangat kita perlukan. Ya, benar. Bahwa Allah itu yang menentukan jalan hidup kita, kita tinggal menjalaninya dan mengikuti alur sesuai rencana Allah. Dan tak kalah menarik lagi, akan ada sukarelawan yang bersedia menjadi komentator hidup orang lain. Itu sudah wajar. Di mana pun pasti ada orang yang model begini. Sudahlah, biarkan saja. Tak ada habisnya menuruti omongan orang lain. Yang terpenting, kita tetap berusaha di jalan yang lurus. Toh, kita makan tidak minta ke mereka. Iya, gak?

2. Laa Tahzan, Innallaha Ma'anaa, Gusti Allah Mboten Sare

Jangan Bersedih. Sesungguhnya Allah Selalu Bersama Kita. Allah itu Tidak Tidur. Semua gerak-gerik, ucapan dan perbuatan kita tak pernah lepas dari pengawasan Allah. Begitu pula mereka yang hobi berkomentar. Sudahlah, biarlah orang lain dzolim ke kita. Biarlah mereka berbicara sesuka hati mereka. Bukankah Allah tidak pernah tidur? Bukankah ada Allah yang akan membalaskan perbuatan mereka?

3. Memang Sulit untuk Merubah Orang lain, Maka Hati Kita yang Harus Kita Tata

Kadang kita memang tidak ikhlas, kita tidak rela dengan apa yang telah orang lain perbuat pada kita. Kadang kita berpikir, 'kenapa mereka bisa seperti itu'. 'Kenapa jalan pikiran mereka seperti itu'. 'Kenapa mereka tidak seperti kita'. Itulah manusia. Setiap orang, setiap manusia, setiap jiwa, akan memiliki pola pikir yang berbeda. Tentu, yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut orang lain. 
Daripada larut-larut dengan pikiran-pikiran semacam itu, alangkah lebih baiknya kita tata pikiran kita, kita tata hati kita. Akan sulit merubah orang lain sesuai dengan kemauan kita, namun akan lebih mudah untuk menata hati kita sendiri. Berdamailah dengan keadaan. Berdamailah dengan masalah itu. Sudahlah, ada Allah yang selalu bersama kita.


4. Serahkan, Pasrahkan Semuanya pada Allah

Saat ketiga sugesti di atas sudah dicoba namun hati kita belum bisa mengikhlaskan dengan sepenuhnya, maka serahkan, pasrahkan semuanya pada Allah, Dzat Yang Maha Pembalas. Biarlah Allah membalas mereka yang dzolim ke kita sesuai dengan rencananya Allah. Biarlah Allah mengadili mereka sesuai kehendak-Nya. Gunakan kesempatan untuk istrospeksi diri, mencari letak kesalahan kita agar bisa memperbaiki diri. Gunakan kesempatan untuk berdo'a, mendekat pada Allah. Bukankah do'a orang yang terdzolimi itu akan diijabah Allah?

Sekian sharing dari saya. Semoga bermanfaat. Semoga bisa menghibur dan meringankan beban teman-teman yang lagi merasa terdzolimi.
========

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Home Ads

Advertisement

Popular Posts