In Sharing

"Surat Cinta untuk Abi"

Foto : Pexels.com
"Selamat Ulang Tahun Pernikahan kita yang ke-5, Abi. Semoga keluarga kita selalu sakinah, mawaddah warohmah, selalu dalam lindungan dan maghfirah Allah. Terima kasih atas setiap cerita indah yang kita ukir bersama. Maafkan istrimu yang masih jauh dari kata sempurna".

21 Oktober 2013
Senin pagi. Waktu itu kau ucap lafadz Ijab Qobul di depan bapak dan banyak saksi lainnya. Engkau yang biasanya begitu pendiam, namun, pagi itu dengan lantang dan lancar kau ucapkan janji suci itu.
"Qobiltu nikaahaha watazwiijaha bimahril madzkur". 
Subhanaalah, aku begitu haru, bahagia dan bersyukur mendengarnya. Aku sadar diri, aku ini siapa, aku bukanlah siapa-siapa. Namun, kau telah memilihku untuk mendampingi hidupmu sampai akhir hayatmu. Tak hanya itu, mahar yang kau berikan sungguh di luar dugaanku. Orang seperti aku, saat itu kau beri mahar 10x lipat dari mahar rata-rata di kampungku.

"Sebaik-baik wanita adalah yang meminta mahar sedikit, dan sebaik-baik laki-laki adalah yang memberi mahar banyak". 
Ya, memang. Bahkan, saat itu saya sempat ditegur bapak karena dikira saya yang meminta mahar begitu banyak. Namun, sekali lagi saya tegaskan, saya tidak pernah menyebutkan syarat mahar, apalagi meminta sampai sebanyak itu. Semua itu murni keinginanmu. Padahal saya sangat tahu, saat itu, kondisi pekerjaanmu pun jauh dari kata mapan. Tekadmu untuk memuliakan calon istrimu, sungguh membuat hatiku semakin luluh akan cintamu.

Abi, kau memang tak banyak bicara. Kau memang tak seperti kebanyakan lelaki pada umumnya. Tak pernah ku dengar rayuan gombalmu. Ya, lagi-lagi, kau memang begitu. Bahkan, sampai sekarang pun, aku tak ingat kapan terakhir kali kau merayuku. Bagimu, cinta dan kasih tak harus diucapkan, namun cukup kau buktikan dengan perlakuan manismu padaku.

Abi!
Bukankah tak pernah sekalipun kau memintaku menjadi kekasihmu?
Bukankah kau juga tak pernah memintaku menjadi istrimu?

Ya, semuanya memang mengalir begitu saja. Aku pun tak tau kapan semua ini bermula. Berawal dari sebuah hubungan persahabatan satu angkatan, satu sekolah, satu jurusan dan satu lingkup pesantren. Aku pun mengenalmu jauh setelah kita lulus sekolah. Saat di sekolah dulu, tak pernah sekalipun kita bertegur sapa. Bahkan hanya untuk bertukar senyum saja kita tak pernah. Namun, itulah rahasia jodoh. Siapa sangka, kini engkau telah menjadi imamku, ayah dari anakku dan teman seumur hidupku?

Abi!
Aku tahu kau memang bukan lelaki yang romantis. Aku tahu kau memang tak pandai menyusun kata untuk merayu puluhan wanita. Karena itulah, aku bisa tertarik padamu. Karena itulah, aku yakin, bahwa kamu laki-laki baik yang tak asal menebar cinta kepada sembarang wanita. Karena kamulah, lelaki yang kucari. 


Abi.. Kini usia pernikahan kita sudah genap 5 tahun. Kita telah dikaruniai satu anak gadis sholihah yang cantik, sehat dan pintar. Insyaallah. Semoga, selalu sakinah bersamamu, Abi.

Related Articles

2 komentar:

  1. Ya Allah, bikin baper kaum jomblo hihi...Semoga sakinah ya, Mbak Tik... :)

    BalasHapus
  2. hihi
    masa iya?

    aamiin, terima kasiih :)
    semoga keluarga mbak Muyass juga demikian..

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Home Ads

Advertisement

Popular Posts