In Sharing

Baper Gegara Media Sosial? Ketemu Mantan atau Mungkin Teman Dekat? Boleh, Asal Jangan Sampai Baper Berkelanjutan!

 
Foto : Pexels.com

Hai... Hai... Sahabat Blogger semua!

Zaman modern seperti sekarang ini, hampir semua orang memiliki sebuah benda yang bernama android. Mulai dari kalangan remaja sampai orang tua. Mulai dari kalangan orang biasa saja, sampai orang berada. Hampir semuanya mempunyai android.

Android merupakan sosok benda kecil yang sepertinya sudah menjelma seperti jimat saja. Iya, karena benda kecil satu ini ke mana-mana selalu dibawa. Di manapun dan kapanpun selalu dikantongi. Iya, gak, sih, Guys?
Saat kamu bersantai, saat kamu bepergian, saat kamu ke tempat kerja  bahkan saat kamu ke kamar mandi pun benda kecil ini ngikut aja *pengalaman juga, sih. wkwk
Begitulah, smartphone memang sudah menjadi benda yang wajib banget dibawa ke manapun.

Android vs Media Sosial

Nah, berbicara tentang android, tentu erat kaitannya dengan istilah media sosial, entah itu facebook, whatsapp, instagram, twitter dan yang lainnya. Hampir semua orang yang memiliki smartphone, kemungkinan besar memiliki akun media sosial. 
Tak seperti dulu, media sosial yang dulunya hanya diramaikan oleh kalangan anak muda, kini telah menjalar ke semua lapisan generasi. Banyak sekali emak-emak hits, bapak-bapak yang tak kalah nge-hits sering bermunculan di beranda. Iya, gak? hehe
Lagi masak, jepret, lanjut post. Lagi ngopi, jepret, lanjut post. Jalan-jalan, piknik, belanja, makan, apapun itu, jepret, lanjut post. 
Tidak bisa dipungkiri lagi, memang kita sekarang berada di zaman millenial. Semuanya berkaitan erat dengan dunia maya.

Ketika Media Sosial Menjadi Hiburan yang Menyenangkan

Memang wajib kita akui, bahwa dengan munculnya media sosial mendatangkan hiburan tersendiri bagi kita. Berkat jejaring sosial ini, saudara yang tinggal jauh dan tidak pernah bertemu, kini bisa kembali berkumpul dan bertegur sapa setiap hari. Persahabatan yang dulunya sempat terputus, kini kembali terjalin. Bahkan tidak menutup kemungkinan, mantan yang sudah terlupakan, kini kembali bertemu dan kembali saling menyapa melalui dunia maya. Eaaakk... *eh
Memang tidak ada yang salah dengan ini semua. Zaman sekarang kalau kita tidak mengikuti perkembangan zaman, nanti kita dikatai kudet-lah, katrok-lah atau apalah itu.

Ketika Virus "Baper" Mulai Melanda

Bahagia, senang atau semacamnya. Mungkin itu yang dirasakan sebagian orang yang tidak sengaja bertemu mantan atau teman lama. Berawal dari saling add pertemanan dan konfirmasi, atau mungkin berawal dari tergabungnya dalam satu group whatsapp. Lanjut bertegur sapa, saling berbalas komentar di postingannya, stalking foto-foto di media sosial "dia", hingga tak sedikit dari mereka yang lanjut berbalas pesan di jaringan pribadi.

Berdalih ini wajar, hanya menyambung sillaturrahim saja, hanya menjaga persahabatan saja, hanya hiburan saja. Begitulah. Hingga lama-lama pertemanan yang kembali terjalin itu terasa nyaman dan bagai candu. 
Mulai mencari-cari postingan dia. Senyum-senyum sendiri saat chatting dengan dia. Saling curhat. Saling berbagi keluh kesah. Semakin sering stalk akun dia. Dan mulai terpikir, "Mengapa aku dulu tidak sama dia saja?".
Lanjut mulai membandingkan antara dia dan pasangan sah kita. Mulai membayangkan jika saja bersama dia.
Pesan-pesan teks langsung dihapus, takut dibaca suami/istri kita.

Hai... Hai... Sadar, Guys!
Kalau sudah sampai di tahap ini, segera sadarkan diri kamu! Stop it! Pliiiss...
Hentikan sekarang juga, Dears!
Persahabatan yang seperti ini sudah bukan persahabatan yang sehat lagi. Tak perlu menjalin pertemanan yang seperti ini.
Kalau ada yang bilang rumput tetangga itu lebih hijau, jangan percaya, Guys!
Karena kadang ada yang malah layu. hihi

Selain itu, akan ada hati yang terluka. Akan ada banyak pihak yang dikecewakan.
Ingat anak-anak!
Ingat pasangan!
Ingat keluarga besar!

Apa yang Menjadi Milikmu Sekarang, Percayalah itu Takdir Terbaik dari Allah 

Tak usah membandingkan dia dan pasangan sah kita. Pasangan sah kita sudah pasti jodoh terbaik yang Allah siapkan. Kalaupun dulu kamu bersama dia, hidupmu belum tentu sebaik sekarang. Belum tentu se-bahagia seperti sekarang.
Yuk, ah, mari kita gunakan media sosial secara positif. Baper sebentar boleh, asal jangan sampai baper yang berkelanjutan, ya, Guys!

Semoga bermanfaat. Mohon maaf atas kalimat yang kurang berkenan. Terima kasih sudah berkunjung.
Tak lupa saya ucapkan terima kasih banyak pada "sahabat fillaah" saya yang telah menginspirasi saya untuk menulis ini. Terima kasih telah memberikan izin untuk saya tulis. Panjenengan hebat karena telah berhasil mengatasi 'kebaperan' yang sempat menyerang. Semoga selalu sakinah bersama pasangan dan keluarga Panjenengan.

Tulisan ini juga sebagai cambuk pengingat bagi diri saya sendiri. Semoga keluarga kita semuanya senantiasa sakinah, mawaddah wa rohmah, Dears.

Salam,

Bunda Nadhifa

Related Articles

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Home Ads

Advertisement

Popular Posts