In Sharing

Bukan Masalah Cerdas atau Gak Cerdas, Ini semua Karena Perbedaan Pola Pikir. So, Sikapi Perbedaan Ini dengan Berpikir Positif, Guys!

 
Foto : Pexels.com

Sedih banget kan saat melihat dan merasakan  kondisi yang saat ini sedikit memanas gara-gara perbedaan pilihan?
Yup, tak perlu saya jelaskan panjang lebar, tentu semua sudah tahu bagaimana kondisi kita sekarang. Maraknya berita-berita yang beredar lewat media sosial, yang entah itu memang benar atau hanya sekedar hoax, pastinya menjadi salah satu pemicu terjadinya situasi yang "kurang nyaman".

Bagaimana Ini Semua Bisa Terjadi?

Perbedaan pilihan itu wajar. Sekali lagi saya katakan, itu wajar. Lumrah sekali. Kita sama-sama sudah saling mengetahui konsep ini, "Beda orang beda kepala. Beda kepala, beda juga otaknya. Beda otak tentu beda pula pemikirannya". Saya yakin semua sudah sangat memahami tentang ini.
Untuk itu, saat kita beda pilihan dengan orang lain, tak perlu berpikiran bahwa hanya orang-orang cerdas yang bisa memiliki pola pikir seperti kita. Jangan sampai. Apalagi kalau sampai kata-kata itu keluar. Tak selamanya apa yang kita pikir itu benar, belum tentu benar menurut orang lain. Karena apa? Bukan karena cerdas dan gak cerdas. Namun semua itu karena perbedaan pola pikir, perbedaan pengetahuan. Sesederhana itu sebenarnya. Memang benar apa kata pepatah yang pernah saya dengar, "Kalau kita berebut merasa benar, maka tidak akan ada ujungnya. Karena semua merasa benar dan gak ada yang mau mengalah. Namun, kalau kita berebut merasa bersalah, tentu perkara tidak akan berkelanjutan".
Kadang, orang diam bukan karena dia tidak berpengetahuan atau gak tau sama sekali. Hanya saja, supaya tidak berlarut-larut, supaya sillaturrahim tetap terjaga.

Jangan Sampai Karena Perbedaan Pilihan Menjadi Penyebab Renggangnya Suatu Hubungan

Bisa kita lihat bersama, karena perbedaan pilihan, marak sekali komentar-komentar negatif muncul baik di media sosial maupun dunia nyata, saling menghujat antar kubu, merasa bahwa kubunya benar dan kubu orang lain salah. Merasa bahwa kita sudah berada di jalur yang benar, karena kita ikut di barisan orang yang benar, menurut kita. Sekali lagi, itu menurut kita.
Memang, berpikir sebaik mungkin, menentukan pilihan yang menurut kita terbaik, itu memang perlu, bahkan harus. Namun, perlu kita ingat juga bahwa kita tidak bisa menyamakan persepsi kita dengan orang lain. Tidak bisa kita menganggap bahwa kita yang paling benar, orang lain salah. Kita yang paling pintar, sedang orang lain bodoh. Kita orang cerdas, sedang orang lain sebaliknya. Sifat meremehkan seperti itulah yang berbahaya. Persatuan yang telah lama kita jalin, akan tercabik begitu saja. 

Bukankah Allah itu sayang terhadap semua makhluk-Nya?
Bukankah yang disayang Allah itu bukan hanya kita?
Bukankah di luar sana masih banyak makhluk Allah yang ibadahnya lebih rajin dari kita? Hatinya lebih baik dari kita? Tirakatnya lebih berat dari kita? Sedekahnya lebih banyak dari kita? Ilmunya lebih tinggi dari kita? Tentu Allah akan lebih menyayangi mereka.


Maka, jangan sekali-kali kita memandang rendah orang lain. Jangan menghujat orang lain. Jangan ikut menyebarkan berita dari yang kamu baca, yang belum tentu kebenarannya. Itu bisa menjadi fitnah. Jangan sampai kita menyebarkan berita yang hanya bermodalkan "berdasarkan yang saya baca" dan berujung fitnah.

Mari kita nikmati semua perbedaan ini, dengan tidak saling menghujat, dengan tidak memandang rendah orang lain. Bukankah semboyan kita "Bhineka Tunggal Ika?"
Berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Home Ads

Advertisement

Popular Posts